Festival Indonesia Rekreasi dan Produk Wilayah

Festival Indonesia Rekreasi dan Produk Wilayah

Festival Indonesia Rekreasi dan Produk Wilayah – Festival Indonesia Perth 2019 diadakan pada 25 Oktober – 27 Oktober 2019 lalu usai sukses.

Seperti keinginan pencetusnya, Dewi Gustina Tobing, Konsul Jendral Indonesia untuk Australia Barat.

Festival Indonesia Perth 2019 Sukses Perkenalkan Rekreasi dan Produk Wilayah

Dipegang oleh Galt Leatemia sebagai Ketua Panitia, panitia dan team dari KJRI Perth bersama beberapa ratus sukarelawan Festival Indonesia sukses menarik 15 ribu pengunjung ke Elizabeth Quay, Perth, Australia ini.

Baca Juga: Bukti Adat Unik Seba Baduy

Sekolah yang diundang, sebagai sekolah yang mempunyai program Bahasa Indonesia dalam kurikulum mereka.

Dalam aktivitas ini, beberapa siswa dikasih peluang mengenali lebih jauh budaya Indonesia lewat bermacam aktivitas menarik. Dimulai dari menari Jawa, membatik, sampai dengarkan narasi rakyat.

Training gratis sepanjang tiga jam ini terdaftar sebagai workshop paling besar di Australia Barat. Bahkan juga, acara ini dihargai oleh Menteri Pengajaran dan Training Australia Australia Barat Suzanne Mary Ellery yang datang di posisi.

Duta Besar Indonesia untuk Australia, Kristianto Ikhlas, mengharap training ini dapat memberi pamahaman akan kearifan lokal Indonesia di Australia sejak awal kali.

Tetapi, Festival Indonesia Perth 2019 tidak cuman masalah training dan pergelaran seni budaya saja. Acara ini digunakan beberapa praktisi industri inovatif dan pariwisata untuk memasuki ke Perth.

Diantaranya ialah stand punya Tana Toraja. Dalam stand ini, tidak cuma dihuni oleh perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara saja, tapi juga merk tenun ciri khas di tempat, Katokkan Toraja.

Kecuali Tana Toraja, produsen tas kulit dengan corak batik dari Bandung dan Surabaya, Kalyan, ikut juga tunjukkan kemampuan.

Kecuali display dari bermacam daerah seperti Propinsi Banda Aceh, Toraja Utara, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, yang bawa bermacam macam oleh-oleh dan hasil produksi wilayah seperti kain, kopi, sampai makanan ciri khas. Bermacam paket rekreasi dijajakan beberapa daerah yang itu untuk menarik hati pengunjung di Perth.

Acara Festival Indonesia Perth Yang Sukses

Tidak itu saja, budaya dan kekuatan rekreasi didatangkan oleh team Kementrian Pariwisata lewat pavilion Wonderful Indonesia, bermacam ormas Nusantara yang sudah ada di Perth. Ada 6 pavilion yang sukses merepresentasikan Indonesia dari Timur ke Barat.

Tidak cuma dari wilayah, Air Asia sebagai salah satunya sponsor mengenalkan jalur perjalanan mereka yang baru, dari Perth ke Lombok.

Atase Perdagangan mendatangkan beberapa produk Indonesia yang sesungguhnya telah berada di Australia. Di industri lain, Pertamina ikut juga mendatangkan Pertamina Lubricants yag telah bekerja di Sydney semenjak awalnya 2018 kemarin.

Mode show bertingkat Internasional tidak ketinggal jadi sisi dari serangkaian festival ini. Mode show spesial itu mendatangkan 5 pendesain dari Indonesia yang di inspirasi dari bermacam kain Nusantara, dimulai dari tenun Maluku, Palembang, Baduy dan Kekinian Batik. Mereka ialah Defrico Audy, Widya Murad, Rasyid, Malik Moestaram dan Yudhistira.

Di pentas yang serupa, tampil lebih dari 50 atraksi live performnce sepanjang 3 hari. Pemirsa bisa melihat penari, vokalis Indonesia yang ada di Perth atau dari Indonesia, performa School of Rocks sebagai wujud kerjasama pemusik remaja asal Australia dan Indonesia sampai Fire Dance yang khusus datang di Perth untuk Festival Indonesia.

Sejauh Festival Indonesia Rekreasi dan Produk Wilayah berjalan, tentu saja pengunjung tidak melepaskan peluang untuk berekreasi kulineran. Praktisi kulineran, baik rasio restaurant seperti Totally Rendang, Monggo, Bintang Kafe, Hasrat Nusantara, Warung Ade, sampai ormas, bersama menyuguhkan macam kulineran Indonesia yang menganakemaskan lidah. Bermacam olahan dari bermacam daerah Indonesia, jajan pasar, bermacam masakan tempe sampai minuman fresh, diserang pengunjung yang sabar mengantre.

Acara ini ikut disemarakkan komune lokal di Australia Barat seperti Golden Grup, Fremantle Sailing Klub, ONEderland Immigration and Education Consulting, LJ Hooker, Bali App, Australia-Indonesia Youth Association, Balai Bahasa Indonesia Perth, sampai Westralian Indonesia Language Teachers.

Saat Ringgo Agus Rahman Jatuh Cinta dengan Australia Barat

“Western Australia itu buat semua type orang. Paling sukses jika berlibur ke situ” sebut Ringgo Agus Rahman seringkali saat dijumpai pada acara Tourism Western Australia Mid-Year Gathering 2019 di Jakarta, baru saja ini.

Untuk Ringgo, Australia Barat jadi tempat kesukaannya untuk liburan. Argumennya simpel, karena negara sisi paling besar di Australia ini bisa mengantarnya terasanya keliling empat negara, seperti menyajikan padang pasir, pantai, gunung, sampai rimba, yang dapat didapatnya pada sebuah negara.

Perth sebagai Ibu Kota Australia Barat mempunyai banyak playground anak. Kings Park jadi unggulannya untuk ajak si buah kesayangan, Bjorka Dieter Morscheck bermain.

Itu kayanya menjadi tempat paling bagus buat kongkow,” ucapnya.

Kecuali Kings Park, suami dari Sabai Dieter Morscheck ini dibikin jatuh hati dengan Fremantle. Kota untuk 25 ribu warga ini jadi rumah untuk seniman jalan dunia bergabung dan keluarkan gagasan, dan kreasinya lewat graffiti.

Ringgo mereferensikan untuk Kings Park dan Fremantle untuk pelancong dengan dana terbatas. Duduk rileks atau berjalan nikmati angin segar dan cantiknya graffiti tanpa perlu keluarkan uang bisa saja aktivitas hebat.

Tidak itu saja, Ringgo juga sukses dibikin terpana saat dianya berkunjung sebuah tujuan rekreasi di wilayah Kalbarri. Dia dan kelompok jadi tamu ke-2 dari Indonesia yang pernah ke situ.

Kecuali Kalbarri, Ringgo kembali dibikin terpana dengan Pinnacles. Skema batu kapur dalam Taman Nasional Nambung ini tawarkan panorama seperti padang pasir yang dipercantik dengan batu-batuan membubung tinggi.

Tidak cuman bercerita kisah hidupnya akan Australia Barat, Ringgo memberi alternative aktivitas untuk firstimer yang bertandang ke situ. Menurut Ringgo, kamu dapat berkeliling-keliling kota memakai sekuter segway sepanjang 2 jam untuk citytour.

Sementara masalah makanan, Ringgo juga tidak cemas atau pusing. Karena, Australia Barat mempunyai banyak restaurant halal yang sediakan masakan Malaysia sampai Lebanon.

Melihat Cantiknya Margaret River di Australia Barat

Ada tidak jauh dari Indonesia, Australia Barat sering jadi opsi tujuan berlibur untuk beberapa pelancong. Cuman memerlukan 4,5 jam dengan perjalanan udara, Negeri Kangguru sukses membius wisatawan dengan penawaran tujuan menariknya.

Kecuali terletak tidak sangat jauh, baru saja ini Margaret River dan Southern Western Australia yang ada di Australia Barat dikukuhkan sebagai arah nomor satu se-Asia Pasifik oleh Lonely Planet.

“Margaret River tawarkan keelokan alam dan aksesnya juga gampang,” jelas Andrew Oldfield, Director Partnerships Tourism Western Australia, saat dijumpai kumparan pada acara Tourism Western Australia Mid-Year Gathering 2019 di Jakarta, Rabu (7/10).

Ya, Margaret River populer sebagai daerah pemroduksi anggur. Di tempat ini ada seputar 200 petani dengan 5 ribu hektar tanaman rambat dan 20 % salah satunya hasilkan anggur premium Australia.

Walau populer sebagai jantungnya anggur, Margaret River tawarkan keelokan yang lain. Dimulai dari jejeran beberapa pantai cantik, rimba, nikmati hasil panen lokal yang dipadukan dengan fasilitas kelas tinggi.

“Keelokan alam dan penawaran lebih dekat sama alam, selanjutnya lingkungan yang bersih dan jadi pemroduksi buah dan sayur fresh,” lebih Andrew.

Sebutlah saja Geographe Bay yang menarik dengan garis pantai menghadap Cape Naturaliste dan Cape Leeuwin. Disamping itu, teluk ini dikenal juga sebagai salah satunya posisi selancar dengan ombak besar terbaik yang sukses mengundang perhatian fans olahraga air.

Selanjutnya ada pula Lake Cave, gua yang dihias kristal batu kapur yang ada di langit-langit di permukaan danau. Beritanya, skema ini jadi salah satu di dunia.

Diikuti Mammoth Cave yang aksesnya ramah pada penyandang disabilitas dan tawarkan fosil megafauna Australia. Dan Jewel Cave Augusta yang mempunyai stalaktit runcing memanjang.

Untuk capai Margaret River, bukan hal yang susah. Dari Perth, pengunjung cukup mengemudi sepanjang 3,5 jam lewat pesisir atau pedalaman.