Mengenali Rumah Tradisi Bali

Mengenali Rumah Tradisi Bali

Mengenali Rumah Tradisi Bali – Elemen tradisionil dalam tempat tinggal tidak menuntut Anda merealisasikan rumah tradisi secara keseluruhan.

Tetapi, Anda bisa memadankan dengan ide kekinian, karena itu tempat tinggal akan memperoleh kesan-kesan unik yang tidak pasaran.

Mengenali Rumah Tradisi Bali yang Penuh Filosofis

Kombinasi style etnik dan kekinian ini menjadi jembatan pengimbang di antara segi modern yang minimalis dan segi tradisionil yang kaya elemen filosofis.

Baca Juga: Rumah Tradisi Jawa Barat

Salah satunya tipe rumah tradisi tradisionil yang bisa jadi ide ialah rumah tradisi Bali. Saat sebelum mengulas selanjutnya, di bawah ini sebagai beberapa poin penting yang bisa menjadi ulasan di artikel ini.

  1. Rumah Tradisi Bali
  2. Inspirasi Membuat Tempat tinggal dengan Rujukan Rumah Tradisi Bali
  3. Ciri Ciri khas Rumah Tradisi Bali
  4. Bagian Rumah Tradisi Bali
  5. Angkul-angkul
  6. Aling-aling
  7. Pura Keluarga
  8. Bale Dauh
  9. Bale Gede
  10. Pawarengan
  11. Bale Manten
  12. Jineng
  13. Struktur Tempat Rumah Tradisi Bali Dan Perannya
  14. Material Membuat Rumah Tradisi Bali
  15. Keunikan Rumah Tradisi Bali
  16. Representasi gapura Candi nanti pada pintu masuk ke rumah tradisi Bali
  17. Pagar tembok rumah tradisi Bali tidak sekedar pemisah rumah
  18. Hunian dengan rumah tradisi Bali dibikin mirip kompleks
  19. Peletakkan ruang pada rumah tradisi Bali berdasar arah mata angin
  20. Rancangan membangun rumah tradisi Bali dekat dengan nuansa alam

Rumah Tradisi Bali

Rumah tradisi Bali mempunyai design yang unik karena memprioritaskan beberapa unsur tradisionil didalamnya. Biasanya, rumah Bali yang kita ketahui mempunyai Gapura Candi nanti di bagian depan.

Gapura ini ada tempat halaman rumah, yang dituruti dengan Pura dan anak tangga dan pagar besi yang tersambung dengan gapura. Secara filosofis, ini bermakna kedinamisan dan kesesuaian hidup dalam sebuah jalinan yang serasi.

Hingga, arsitek yang membuat rumah Bali pun tidak asal-asalan karena harus konsultasi khusus dengan Undagi atau seniman yang membuat susunan rumah Bali.

Ide Membuat Tempat tinggal dengan Rujukan Rumah Tradisi Bali

Saat sebelum membuat tempat tinggal dengan style rumah Tradisi Bali, dianjurkan awalnya Anda sudah menyaksikan atau berkunjung langsung.

Dalam pengertian tidak menyaksikan lewat gambar di majalah atau internet. Dengan saksikan langsung Anda bisa rasakan atmosfer ciri khas Mengenali Rumah Tradisi Bali. Alternative yang lain ialah, Anda dapat bermalam langsung di pemondokan yang berupa rumah Bali.

Selanjutnya dengan berkunjung langsung, Anda bisa juga ketahui filosofi dibalik beberapa bagian dari rumah Bali langsung dari pengucap asli yakni warga Bali. Bila sudah percaya untuk membuat tempat tinggal dengan style rumah tradisi Bali, Anda dapat pesan bermacam ukir-pahatan atau patung sebagai keunikan rumah Bali, langsung ke pengukuran di Bali.

Ciri-ciri khas Rumah Tradisional Bali

Tiap rumah tradisi di Indonesia mempunyai keunikan yang membandingkan di antara satu rumah tradisi dengan yang lain. Ini karena bermacam elemen seperti budaya yang berkembang memengaruhi arsitektur rumah tradisi. Diantaranya ialah rumah Bali yang mempunyai keunikan yang memberi identitas tertentu pada arsitektur rumah bali.

Keunikan pertama ialah tiap rumah tradisi bali mempunyai gapura atau pintu masuk yang berada pada bagian dengan rumah. Gapura ini berupa seperti candi hindu yang membubung tinggi. Selanjutnya rumah bali sama dengan pemakaian bata merah sebagai salah satunya material untuk bangunan. Rumah Bali umumnya dipenuhi oleh ukir-pahatan tradisionil yang melekat pada dinding atau patung yang mempunyai filosofi tertentu.

Tidak seperti rumah tradisionil yang lain yang bangunan intinya terdiri dari 1 bangunan, rumah tradisi bali terbagi dalam bangunan-bangunan kecil. Masing-masing sisi rumah mempunyai peranan tertentu seperti ruangan khusus untuk istirahat atau dapur. Disamping itu, pada proses pembangunannya, umumnya ada ketentuan yang cukup keramat dalam pengaturan susunan bangunan.

Sisi Rumah Tradisional Bali

Bali sebagai salah satunya tujuan rekreasi di Indonesia yang mempunyai daya tarik tanpa habisnya menarik hati pelancong. Dimulai dari keelokan alam, kekayaan budaya yang lestari, sampai nilai-nilai tradisionil yang sesuai dengan sehari-harinya warga Bali, terhitung dari sisi rumah tradisi.

Ada dua gapura yang disebut bangunan candi sejajar di beberapa rumah Bali. Gapura ini sebagai tempat masuk di tempat halaman rumah.

Menurut filosofi warga Bali, kedinamisan dalam hidup akan terwujud jika ada harmonisasi di antara tiga faktor penting, yaitu palemahan, pawongan, dan parahyangan. Oleh karena itu, pembuatan rumah tradisi Bali harus mencakup faktor itu yang dikenali dengan “Tri Hita Karana”.

Biasanya, arsitektur rumah tradisi ini dikuasai dengan hiasan seperti ukir-pahatan, perlengkapan, dan pemberian warna. Macam hias rumah tradisionil asal Bali memiliki kandungan makna tertentu untuk mengutarakan keelokan lambang, dan pengutaraan komunikasi.

Rumah tradisi Bali dibuat dengan ketentuan Lontar Hasta Kosali. Ketentuan tradisi ini sama seperti dengan Feng Shui pengetahuan topography dari budaya Tionghoa.

Lontar Hasta Kosali jadi dasar dalam membuat rumah tradisi Bali. Umumnya, saat membuat rumah, orang Bali akan mengutamakan menuju mana bangunan menghadap.

Umumnya, bangunan yang dipandang sakral atau suci akan hadapi menuju gunung. Karena, gunung ialah benda sakral.

Dalam Lontar Hasta Kosali disebutkan dengan istilah Kaja. Sedang, untuk hal yang dipandang tidak suci, akan hadapi menuju laut atau dikenali sebagai Kelod.

Rumah tradisi Bali mempunyai arsitektur yang sarat dengan hiasan. Ukir-pahatan dan pahatan ambil kehidupan di bumi berbentuk manusia, tumbuhan, dan binatang.

Lalu, apa saja tipe rumah tradisi Bali? Berikut kumparan kumpulkan lima sisi dari rumah tradisi Bali.

  1. Bale Manten

Rumah tradisi Bale Manten ialah bangunan tradisionil Bali yang diutamakan untuk kepala keluarga dan anak wanita. Dengan rumah tradisional ini mempunyai wujud bangunan persegi panjang dan umumnya dibangun di samping kiri.

Rumah tradisi Bale Manten sekarang alami banyak pengubahan berbentuk arsitektur.

Menurut Lontar Hasta Kosali, bangunan tempat tinggal tradisi Bali ini dibuat menghadap ke samping utara. Bangunan tempat tinggal ini berupa persegi panjang dengan dikitari bale-bale.

  1. Bale Gede atau Bale Dangin

Sama dengan Bale Manten, Bale Gede ialah persegi panjang dengan 12 tiang. Ruang ini dipakai untuk upacara tradisi, hingga tempatnya agar lebih tinggi dari Bale Manten.

Bale Gede mempunyai ukuran yang besar. Oleh karena itu, kecuali dipakai untuk tempat penyelenggaraan upacara tradisi, rumah tradisi ini biasa dipakai sebagai tempat bergabung dan menyuguhkan makanan ciri khas Bali atau untuk membakar sesajen.

  1. Bale Dauh / Bale Tiang Sanga

Dalam susunan bangunan tempat tinggal tradisi Bali, Bale Dauh digunakan sebagai ruang untuk terima tamu. Disamping itu, Bale Dauh dipakai sebagai tempat tidur untuk anak remaja lelaki.

Sama dengan Bale Manten. Dimana Bale Dauh mempunyai wujud persegi panjang. Bale Dauh mempunyai tiang penyangga yang banyaknya selalu berlainan di antara rumah yang satu dengan yang lain. Status lantai Bale Dauh agar lebih rendah dibandingkan Bale Manten.

  1. Angkul-angkul

Angkul-angkul sebagai pintu masuk khusus rumah tradisi Bali. Bangunannya serupa dengan gapura dan ditaruh pada bagian depan rumah.

Keunikan Angkul-angkul ialah atapnya yang dibuat dengan ukir-pahatan tradisionil ciri khas seni Bali. Atap Angkul-angkul yang sarat dengan ukir-pahatan artistik menyambungkan ke-2 segi gapura, hingga kelihatan unik. Awalannya, atap memakai rumput kering, tetapi di jaman saat ini beberapa orang yang telah menggantinya jadi genteng.

  1. Lumbung

Lumbung ialah tempat simpan makanan dasar dan keperluan setiap hari warga tradisi Bali. Tipe makanan yang tersimpan di Lumbung berbagai macam, seperti padi, jagung, dan lain-lain yang sudah dijemur.

Sekarang, Lumbung dikenali sebagai Jineng. Rumah tradisi Bali yang ini semua materialnya dibuat dari kayu dan beratap jerami kering. Sama dengan Lumbung, rumah tradisi Jineng dibuat seperti rumah tradisi pentas.

Bangunan Jineng umumnya berupa persegi panjang dan terdiri dari 4 atau enam tiang penyangga. Beberapa tiang ini dibuat dari kayu atau memakai bahan yang alami.